Minggu, 06 Desember 2009

Mimpiku Bulog 2020

Mimpiku Bulog 2020 - Jika kita ditanya soal Bulog, maka yang pertama kali mencuat di benak kita adalah masalah pangan, khususnya beras. Ya, itulah mungkin yang bisa menggambarkan Bulog di Indonesia, yang sebagian kegiatannya berkutat di permasalahan tersebut.

Bulog
Bulog
Langkah konkret yang telah dilakukan oleh Bulog dari dulu hingga sekarang sudah cukup banyak, dan mayoritas bisa dikategorikan sukses. Misalnya, masalah raskin yang sangat membantu rakyat kecil, masalah penjagaan ketahanan pangan di Indonesia, operasi pasar yang cukup membantu keadaan rakyat kecil, di kala harga kebutuhan tinggi, maupun masalah-masalah sosial yang berhubungan dengan masyarakat, sudah dilakukan oleh Bulog, dan mendapatkan apresiasi yang cukup bagus dari masyarakat luas. 

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi. Raskin yang seharusnya mensejahterakan rakyat kecil, namun di beberapa daerah, warga merasakan kesulitan untuk mendapatkannya. Dalam hal ini, ada beberapa penyebab yang mengganjalnya. Pertama, masalah pendataan yang kurang akurat. Beberapa penduduk miskin yang seharusnya mendapatkan raskin, tetapi malah tidak mendapatkannya, entah mungkin karena dia sebagai warga pendatang, atau sesuatu hal lain yang membuatnya terhambat mendapatkan raskin. Pernah ada suatu kasus, seorang warga yang merasa cemburu sosial, dikarenakan ia merasa sama-sama miskin, tetapi tetangganya mendapatkan jatah raskin, sedangkan ia tidak. Hal seperti ini sering terjadi di kalangan warga masyarakat. Yang kedua, masalah birokrasi pemerintahan yang tidak fair. Misalnya, harga raskin yang seharusnya Cuma Rp.1.000,00 per kilogram, oleh Pemerintah Desa dipungut menjadi Rp.2.000,00. Atau, setiap kali warga membeli raskin, maka dikenai biaya sebesar Rp.5.000,00. Untuk itu, perlu adanya pemantauan yang lebih ketat, agar distribusi raskin ini bisa sampai ke tempat tujuan sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Selain itu, kesadaran para petinggi Bulog juga sangat diharapkan dalam menjaga masalah pangan di Indonesia. Mereka seharusnya membela para petani. Di kala para petani panen, maka Bulog menyerap padi dari para petani, dan di kala paceklik, maka Bulog harus mengeluarkan padi-padi tersebut dengan harga yang wajar. Selama ini, petani merasa bahwa Bulog lebih banyak bekerja untuk mencari keuntungan semata. Di kala padi milik petani melimpah, mereka (Bulog) mengekspornya, dengan alasan sudah surplus banyak, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama beberapa bulan. Sedangkan pada waktu musim paceklik, Bulog mengimpor beras dari beberapa negara, dan ini tentu saja dengan perjanjian-perjanjian tertentu yang sangat menguntungkan Bulog. Hal semacam ini di masa sekarang sudah seharusnya untuk dibuang jauh-jauh. 

Untuk itu, sudah seharusnya Bulog membela para petani-petani kecil. Jika panen raya tiba, maka sudah seharusnya Bulog menyerap padi-padi dari para petani dengan harga yang wajar, dan menjaganya dengan hati-hati. Apalagi sekarang ini, musimnya sudah susah untuk diprediksi. Banyak bencana, baik secara alam maupun karena ulah tangan manusia yang menyebabkan beberapa daerah terkena gagal panen. 

Sebisa mungkin, pemerintah (yang dalam hal ini berhubungan dengan Bulog) berusaha untuk menjaga harga beras agar tetap stabil. Jika memang sudah benar-benar dipastikan surplus, maka pemerintah baru boleh mengekspor beras. Itupun dengan penghitungan yang matang dan dibatasi jumlahnya. 

Hal lainnya yang perlu dikerjakan oleh Bulog untuk membantu rakyat kecil adalah dengan membantu mengatasi masalah pupuk, yang dirasakan terlalu mahal bagi para petani. Di sini, Bulog tidak hanya bertugas mengambil hasil panen dari para petani, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam proses penanaman pangan, agar para petani bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Selama ini, pupuk dirasa cukup memberatkan para petani, karena harganya yang terlalu tinggi, dimana pada waktu panen harga gabah sering anjlok. 

Begitu pula, jika harga beras dirasa sangat tinggi, maka perlu adanya peran aktif dari para pegawai Bulog untuk selalu menggencarkan operasi pasar. Hal ini, bertujuan agar rakyat kecil bisa merasa “bernafas”, dikala harga kebutuhan pokok tersebut selalu tinggi. Adanya operasi pasar tersebut sangatlah bermanfaat bagi rakyat kecil. 

Dengan peningkatan kegiatan yang telah dilakukan tersebut, maka diharapkan Bulog akan semakin dekat dengan rakyat, dan selalu berada di pihak rakyat kecil. Tetapi, alangkah lebih baiknya jika ke depan, Bulog juga menangani masalah-masalah vital kebutuhan pangan yang sangat diperlukan oleh rakyat, seperti masalah kedelai, terigu, jagung, dan kebutuhan pangan lain yang sekiranya sangat penting bagi rakyat. 

Hal seperti ini harus dimulai dari sekarang juga. Sehingga, ke depan deiharapkan rakyat tidak kebingungan lagi, seperti masalah kedelai, yang merupakan bahan dasar dalam pembuatan tempe. Jika kedelai sudah banyak ditanam di Indonesia, maka diharapkan harga kedelai bisa stabil, dan pemerintah tidak perlu mengimpornya lagi. 

Gudang Bulog di tiap-tiap kabupaten perlu lebih diberdayakan lagi, agar tidak terlihat lesu. Untuk itu, kerja sama dengan para partner Bulog, yang berhubungan langsung dengan para petani perlu digalakkan lagi. Para partner tersebut diharapkan dapat mensosialisasikannya dengan para petani, sehingga jika para petani ingin menjual padinya, tidak repot-repot lagi karena sudah ada yang mau menampungnya dengan harga standar. Dengan sistem seperti ini, kepercayaan para petani terhadap bulog menjadi semakin meningkat. Dan ke depan, tidak hanya sebatas padi saja. Semua kebutuhan pangan bisa didapatkan melalui Bulog. 

Dari dalam kepengurusan sendiri, Bulog harus membersihkan para pegawainya dari korupsi. Setiap pegawai yang melakukan korupsi harus ditindak tegas. Bulogpun harus mencari pemimpin yang benar-benar bersih, karena selama ini, pemimpin Bulog selalu tercemar nama baiknya ( sering terkena kasus korupsi). Terhadap semua kalangan, Bulog harus transparan dan jelas. Maksudnya, Bulog harus dapat menjelaskan semua yang dilakukan oleh Bulog, tanpa harus ada yang perlu ditutup-tutupi. Begtu pula dengan masalah keuangannya. Jika Bulog dapat melakukan itu semua secara konsisten, maka diharapkan satu dasawarsa ke depan, ketahanan pangan di Indonesia dapat terjamin. Indonesia bisa mengekspor beras ke luar negeri tanpa rasa takut akan harga pangan tinggi, karena itu semua telah diatur dan dipetakan oleh Bulog. 

Bahkan tidak hanya beras saja, Kebutuhan pangan lainnya yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, seperti jagung, gandum, kedelai, dan lain sebagainya menjadi melimpah. Indonesia kembali menjadi negara yang makmur, karena masalah pangannya dapat dikelola sedemikian rupa dengan baik.

Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan pembaca berkomentar dengan santun untuk memberikan saran dan masukan kepada kami, terimakasih.