Minggu, 06 Maret 2011

Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir



Simulasi Penanggulangan Bencana Banjir - Banjir… banjir… banjir…    terdengar teriakan dari warga yang panic karena banjir dating menyelimuti perkampungan mereka. Bersamaan itu, suara kentongan saling bersahut-sahutan. Tak berapa lama, regu penolong yang beranggotakan anak-anak Mapalaska dating mengevakuasi korban menggunakan perahu karet, baik ibu hamil yang terjebak banjir, orang yang hanyut terbawa arus banjir, korban pingsan, maupun korban yang meninggal. Kemudian dibantu oleh warga sekitar dan tim PMI, korban diungsikan ke tempat yang lebih aman. 

Suasana seperti itu hanyalah simulasi penanggulangan banjir, yang diadakan oleh BKM Kelurahan Prenggan, bekerja sama dengan JRF (Java Reconstruction Fund), dan Dinas Pekerjaan Umum. Ikut terlibat di dalamnya antara lain warga Kelurahan Prenggan, TNI, Kepolisian, PMI Jogja, dan Walhi Jogja (yang diwakili oleh anak-anak Mapalaska). Kegiatan ini dilakukan 2 kali, yaitu pada Hari Sabtu dan Minggu.

Gladi resik dilakukan pada hari Sabtu, 2 Maret 2011. Pertama kita Portaging terlebih dahulu dari Walhi sampai ke sungai Gajah Wong, yang letaknya sekitar 500 meter dari Walhi. Personil pada hari itu hanya 3 orang, yaitu Go-Blank, Bonte, dan Nana, dibantu oleh Papi (Sulis), sehingga untuk operasional cukup menguras banyak tenaga. Gladi resik  baru dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Ada beberapa adegan dan pelaku di situ. Mulai dari pemeran sebagai korban, tim penolong, polisi, TNI, koramil, maupun pemeran sebagai pencuri di kala sepi. Tim Mapalaska sendiri berperan sebagai tim penolong. Untuk adegan yang pertama, kita menemukan orang pingsan di tepian, dan ada ibu-ibu hamil yang terjebak pada saat banjir. Kemudian kita evakuasi, hingga ketepian, dan dibantu warga, juga tim PMI, korban dibawa ke tempat yang aman. Untuk adegan yang kedua, kita mengevakuasi 2 mayat yang terapung di aliran banjir, dan juga ada 2 warga yang minta tolong karena terbawa arus banjir. Adegan kedua ini, cukup berat, karena perahu terasa penuh, terisi oleh orang cukup banyak. Selain itu, mayat yang dibopong terasa lumayan berat.

Adegan yang terakhir adalah menyelamatkan 2 warga yang hanyut di sungai. Untuk adegan yang ketiga ini kita tidak menggunakan perahu, namun cukup melemparkan throwing bag untuk kemudian membawa korban menepi. Adegan-adegan tadi tidak hanya dilakukan sekali saja, namun secara berulang-ulang. Setelah semuanya selesai, kita evaluasi sebentar untuk tindak lanjut esok hari, disertai makan snack yang telah disediakan oleh panitia.

Di hari Minggu, kita awali seperti biasa, yaitu portaging dari Walhi menuju ke TKP. Portagging kali ini agak mendingan dari sebelumnya, dikarenakan ada tambahan personil, yaitu mas Zen dari Walhi. Tidak seperti hari sebelumnya, hari ini warga terlihat lebih banyak. Selain itu, tamu undangan yang hadir juga banyak, baik dari TNI, Polisi, lurah-lurah se-Kota Gede, maupun dari jajaranWalikota.
Pukul 15.00 WIB, acara pembukaan dimulai, diawali oleh sambutan-sambutan. Sambutan terakhir yaitu dari Pak Wakil Walikota (karena Pak Walikota sedang ke Suriname) sekaligus memukul kentongan, yang diikuti pemukulan kentongan oleh masyarakat yang bertugas di poskamling. Warga merasa panik, karena ada banjir datang. Tak berapa lama, tim penolong dari Mapalaska (Nana, Go-Blank, Bonte, dan Mas Zen) dating menolong korban. Untuk simulasi yang kedua ini kami agak kuwalahan, karena koordinasinya kurang maksimal, dan tidak sesuai dengan scenario pertama. Selain itu, dari tim skenario, yang menempatkan titik sebanyak 8 korban, sedangkan perahu hanya satu, membuat kami cukup berusaha keras untuk bolak-balik mengevakuasi korban. 

Namun, secara keseluruhan itu semua dapat teratasi. Terlihat, simulasi bagian kami yang dilihat oleh cukup banyak warga, yang cukup antusias untuk menyaksikannya, juga Pak Wakil Walikota Jogja. Setelah korban diangkut ketempat yang aman, giliran PMI yang bertugas untuk  menanganinya.
Bersamaan dengan selesainya simulasi, maka sekaligus diadakan upacara penutupan di Lapangan, dengan suasana hujan yang cukup deras. Alhamdulillah, semua dapat berjalan dengan lancar. Dengan adanya simulasi seperti ini, maka diharapkan warga sekitar dapat lebih tanggap dalam hal pengurangan resiko bencana, khususnya bencana banjir, sehingga jumlah korban dapat diminimalisir. Juga pada semua tim yang mengikuti, agar dapat menambah skil ldalam penanggulangan bencana agar lebih sigap jika terjadi bencana sewaktu waktu.

Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan pembaca berkomentar dengan santun untuk memberikan saran dan masukan kepada kami, terimakasih.