Sabtu, 10 Desember 2011

Jogja International Heritage Walk (JIHW) part 2

JIHW - Hari ke dua, semua panitia dan volunteer kumpul di titik finish. Di sana acara akan dibuka oleh Sultan Hamengkubuwono. Sebelum bertugas, kita semua ikut acara senam pagi ramai-ramai. Setelah itu, kita sarapan pagi dengan makan kacang (kata bu Fitri, sarapan paginya emang seperti ini). Setelah itu, kita langsung menuju pos atau titik masing-masing. Saya bertugas di sekitar pos 2, di dekat makam raja-raja Imogiri .

Jogja International Heritage Walk (JIHW)
Foto Bersama @ Jembatan Kuning
Tak berapa lama, para peserta datang. Khusus untuk pos 2 ini, hanya dilewati oleh mereka para pejalan 20 kilo meter. Sampai di sini, banyak para Tagana yang sudah kelelahan, dan kembali ataupun balik entah dengan minta jemputan teman, ataupun dengan cara lain. Dan yang paling kasihan, ibu-ibu, bahkan nenek-nenek sudah merasa kecapekan. Mereka berkata, kalau mereka ini disuruh untuk ikut jalur ini. Padahal mereka sudah tua. Akhirnya, saya meminta mereka untuk istirahat di pos, dannanti aka nada panitia yang menjemputnya.

Lagi-lagi, kami tidak tahu apakah para peserta sudah habis atau belum, dan kami kontak petugas di titik sebelumnya. Petugas di titik sebelumnya pun juga bingung, apakah masih ada peserta atau tidak, karena sudah lebih dari setengah jam, peserta sudah tidak ada yang lewat. Saya pun berinisiatif untuk menuju ke pos 2 bersama rekan se tim. Tiba di sana, ternyata sweeper sudah tiba, dan tadi berarti mereka tidak mengabari jika peserta sudah habis. Kami akhirnya istirahat di sana sebentar, sambil mencicipi makanan warga setempat .

Tak berapa lama, pak polisi datang membawa rangernya untuk menjemput nenek-nenek yang sudah tidak kuat tadi. Kami menghubungi panitia, untuk meminta jemputan, karena di sini masih ada 2 sweeper yang belum ada transportnya, untuk menuju ke titik finish, hingga 2 jam lebih, jemputan itu pun tak kunjung tiba, dan kami tetep setia menemaninya, karena gak mungkin sesama volunteer kami tinggal sendiri di tempat ini.
 
Daripada gak ada jemputan, kami menawarkan untuk cenglu (1 motor bertiga) dan kami langsung menuju ke titik finish. Setelah mengantarkan sweeper tadi ke titik finish, kami menuju ke pos 6, untuk membantu rekan yang berjaga di sana. Pos 6 merupakan titik perputaran, atau balik arah, karena di sini jalannya muter. Di pos ini, pemandangan sangat indah, dan kita bisa melihat pemandangan sungi di jembatan kuning ini. Sembari berjaga, kami tak lupa berfoto-foto, karena juga banyak yang baru pertama kali singgah di tempat ini. Hingga pukul 12.00 WIB, kami memutuskan untuk kembali ke titik finish. Sementara beberapa teman tetap menjaga pos ini.

Kami makan (entah sarapan) di titik fnish ini, dan tak berapa lama hujan turun hingga pukul 14.30. Setelah reda, para volunteer kembali dengan dijemput oleh beberapa teman. Begitu juga, terlihat banyak peserta dari mapala (yang belakangan katanya sebagai sweeper 20K) yang juga harus dijemput, lantaran kecapean. Kita kumpul-kumpul sebentar di titik finish, lalu kembali ke rumah masing-masing, untuk sore harinya, yaitu pukul 16.oo WIB panitia mengundang untuk berkumpul lagi di tempat Pembayun, guna makan-makan dan closing acara.
Pulang……

Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan pembaca berkomentar dengan santun untuk memberikan saran dan masukan kepada kami, terimakasih.