Rabu, 03 Maret 2010

Memilih Kandidat Capres Cawapres Secara Rasional

Setiap Warga Negara diberi kebebasan untuk memilih calon presiden yang diinginkan sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Bahkan, hak pilih itu dijamin oleh negara, agar mereka dapat memilih secara rasional, sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.

Namun, masih banyak juga Warga Negara Indonesia yang tidak menggunakan hak pilihnya secara rasioal (kurang memaksimalkan hak pilihnya tersebut), sehingga kurang terciptanya pemilu yang jujur dan adil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Pertama, karena lebih dari 33 juta penduduk Indonesia yang hidup di dalam jurang kemiskinan. Dengan kemiskinan yang menimpa penduduk Indonesia ini, maka sangatlah mudah bangsa kita untuk  terkena hasutan.  Misalnya saja, rakyat miskin di piggir perkotaan. Hanya didatangi oleh pasangan capres/ cawapres tertentu, dan mengajak untuk memilihnyas ambil membagi-bagikan uang, maka mereka akan terhipnotis untuk memilih pasangan tersebut dalam pemilihan presiden  nanti.
Selain itu, bagi para perantau yag hidupnya pas-pasan, maka mereka akan cenderung menggunakan momentum pilpres mendatang untuk liburan atau sekedar beristirahat di rumah. Mereka tidak terlalu diribetkan untuk menggunakan hak pilihnya, karena jika mereka ingin mencontreng di tempat tersebut, maka mereka harus mengurus birokrasi yang lumayan ruwet terlebih dahulu, sedangkan jika mereka ingin menggunakan hak pilihnya di rumah asal, ongkos yang mereka gunakan akan lebih baik jika dialokasikan untuk keperluan yang lain yang menurut mereka lebih bermanfaat.
Yang kedua, karena kurangnya pengetahuan dari pemakai hak pilih itu sendiri. Semakin rendah hak pilih yang dimiliki oleh seorang warga, maka mereka akan semakin acuh dalam menggunakan hak pilihnya. Seperti pengalaman penulis pada waktu menemui beberapa warga di daerah pelosok. Dalam pilpres kali ini, mereka tidak mempunyai pilihan sendiri secara spesifik, dan hanya mengekor pada pilihan dari sesepuh daerah tersebut. Ditambah dengan janji dari sesepuh daerah tersebut, jika mereka memilih salah satu calon, maka dijamin, ke depannya desa tersebut akan lebih maju.
Begitu juga sebaliknya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin lebih rasional dalam menentukan pilihan.  Bahkan bisa jadi, walaupun dari kalangan yang pas-pasan, dalam menentukan pilihannya mereka lebih mementingkan visi-misi yang akan diaktualisasikan dengan program kerja ke depan. Karena jika misalnya visi-misi calon presiden tersebut sama atau mirip, acuan selanjutnya yang perlu diperhatkan adalah program kerja  mana yang sekiranya paling pas untuk mendukung visi-misi tersebut. Track record dari masing-masing capres juga perlu untuk dicermati, apakah dia benar-benar bagus dalam berkarya, atau tidak.
Yang ketiga, karena keterikatan seseorang dengan salah satu partai.  Jika seseorang telah aktif, bahkan menjadi pengurus di salah satu partai, maka ia akan cenderung memilih calon yang diusung/ berkoalisi dengan partainya.  Mereka tidak ingin untuk memikirkan calon mana yang baik(yang sesuai dengan hati nuraninya), karena yang ada dalam benaknya calon usungan partai/ koalisi partainya adalah calon yang terbaik. Jarang sekali mereka secara terang-terangan memihak ke calon lain yang menurut mereka paling cocok. Hal ini karena mereka takut akan dikeluarkan dari partai yang mereka anut.
Yang terakhir adalah keimanan seseorang. Jika seseorang sudah benar-benar beriman kepada Tuhannya, maka ia akan berusaha untuk menggunakan hak pilihnya secara rasional. Walaupun ia diajak untuk memilih salah satu capres, jika di dalam hatinya sudah ada capres yang cocok, yang sekiranya dapat merubah kehidupan rakyat Indonesia mendatang, maka ia aka tetap dalam pendiriannya.
Untuk itu, himbauan dari setiap orang, khususnya dari KPU sangat diharapkan agar dalam pilpres yang akan datang masyarakat menggunakan hak pilihnya secara rasional tanpa terkecuali. Namun, tidaklah mudah untuk mewujudkan pemilu  yang seratus persen jurdil. Kita harus selalu optimis dan percaya pada pilihan kita, dan mendukung penuh calon presiden tersebut, jka sekiranya capres tersebut dianggap baik.





Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan pembaca berkomentar dengan santun untuk memberikan saran dan masukan kepada kami, terimakasih.