Kamis, 15 Agustus 2013

Angkringan Pak Panut


Angkringan Pak Panut - Jogja, terkenal dengan makanan khasnya, angkringan. Hampir di setiap penjuru sudut, kita bisa menemui angkringan, yang khas kita jumpai di malam hari dengan menu pokoknya nasi kucing, yaitu nasi yang dibungkus kecil-kecil, bisa menggunakan daun pisang atau kertas minyak di zaman sekarang. Isinya pun sesuai selera, baik sambal ikan teri, sambal ijo, sayur, oseng-oseng, atau lainnya.
 
Angkringan (ilustrasi)
7 tahun saya di Jogja, tempat angkringan kesukaan saya adalah angkringan Pak Panut. Mungkin banyak angkringan lain yang lebih enak atau lebih komplit, namun Angkringan Pak Panut ini sangat istimewa bagi lidah saya, seprti lidah-lidah wong ndeso lainnya, disamping harganya yang memang sangat murah dan letaknya yang cukup dekat dari kontrakan saya. 

Angkringan Pak Panut ini terletak di Klebengan, dekat Jalan Selokan Mataram. Tepatnya di GOR Pemprov Sleman. Dulu tempat ini namanya terkenal dengan sebutan Lapangan Klebengan. Selain nai kucingnya, menu khas di sini yang membedakan dengan angkringan lain adalah nasi piring, dimana jika sudah sekitar jam 9, nasi kucing sudah habis, kemudian diganti dengan nasi piring. Isinya pun juga banyak dengan harga murah, dua ribu rupiah, dibanding nasi kucing yang seribuan. Selain itu, gorengan yang dibakar sesaat setelah dipesan, dengan campuran kecap, begitu mengena di lidah kita-kita. Ada juga ceker ayam, kepala, maupun sate usus yang selalu ludes jika tidak datang sore hari. 

Namun yang paling saya sukai di sini adalah minuman susu jahenya. Di sini, susu jahenya sangat terasa kental dengan susu dan jahe, tidak seperti di tempat lain yang adang ada kekurangan salah satunya. Jika ingin yang dingin, maka tinggal bilang saja, pesan es susu jahe. Mantab kan...  Berbeda dengan warung makan-warung makan di sebelahnya, di angkringan Pak Panut ini tidak dikenai biaya parkir, karena Pak Panut sendiri sudah menyewa ahli parkir untuk menata parkiran para pelanggannya. Maklum, angkringannya selalu ramai setiap hari. Namun, biasanya jika hari Minggu atau saat liburan kuliah angkringan Pak Panut tutup, karena planggannya adalah para mahasiswa dan kalangan umum kelas menengah ke bawah.



Baca Juga Yang Ini, Seru Loo!!

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan pembaca berkomentar dengan santun untuk memberikan saran dan masukan kepada kami, terimakasih.